Showing posts with label poet. Show all posts
Showing posts with label poet. Show all posts

Friday, March 25, 2022

Impian


Tidak hanya diantara Adzan dan Iqamah

Tidak hanya di sepertiga malam yang penuh hikmah

Atau sesudah Ashar pada Jum'at yang penuh berkah

Karena untuk bersanding denganmu dalam ikatan yang sah

Aku juga butuh hujan untuk doa


Nahdah Annisa

 

 

Wednesday, April 1, 2020

Anata

Karena sesungguhnya, hidup itu ya dalam antrian menunggu. 

Apakah akan bertemu dirimu besok, lusa atau entah kapan. 




Hanya bisa menunggu giliran dan berdoa agar disegerakan. 

Jadi, mari bersabar, dengan terus belajar.

Tuesday, February 2, 2010

Tanpa kata

Adakah ini sebuah mimpi?
Tak ingin melepas punai di tangan untuk bayangan merpati.


Jangan bersedih,
tak perlu.


Bila kau sendiri tak yakin,
tak perlu kau paksa
dan lepaskanlah.
Entah salah satu atau keduanya.


Dengan begitu
kau tinggal mendamaikan hatimu saja.


Leraikan
Damaikan


Lantas,


Tenggelamkan diri dalam sepertiga malam
Tangiskan diri dalam gerak sujud

Thursday, January 28, 2010

Lalu lah

Untuk apa cinta
Jika menimbulkan derita

Ketika ragu merasuki jiwa
Membuat hati tersiksa

Lebih baik nikmati saja
Apa yang ada diantara kita

Meski terdapat jurang perbedaan
Keteguhan hati kan memberi kekuatan

Kau mencintaiku
dan aku pun begitu

Selama hatimu masih untukku
Maka kau pun akan selalu kurindu



*Jombang 18 Jan '10

Thursday, July 24, 2008

I merely....

In this ordinary body,
were built-in shy, but still make ego embarassed

death....
last whish to overcome, brave to face and sometimes seek the way

life....
cowardly runaway, fear to deal with
yet, enjoy the fruit


alter ego,
what do you want?

a death or the life it self?
conquer your fear