Friday, November 29, 2019

Mengejar Kenangan, Berakhir Tepar


Wiken suntuk, bingung mau ngapain. Kepikir buat ngebolang cari pantai supaya sesak bisa berkurang.

Engine start, terpikir satu tempat; sang mantan yang ditikung oleh takdir. Kemudian tempat kedua, karena penasaran dengan pemandangan pantainya yang landai dan panjang. Maka bergeraklah menyusuri jalanan.

Dimulai dengan seting perjalanan melalui G-Maps dan HereMaps. Pakai Gmaps untuk liat traffic main road sementara HereMaps buat jaga2 kalo sinyal internet bapuk ga ketulungan. Rute yang dipilih melalui tol JORR lalu sambung ke tol Jakarta-Merak dengan keluar di GT Cikande. Kemudian menyusuri jalan utama Cikande – Jawilan yang lumayan lebar menuju satu tempat: Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung. Gas terus sampai lupa seharusnya pitstop buat recharge energi badan. Cuma karna terlalu fokus jadi ya gasss terooosss.

Sampai di tempat entah kenapa seperti hilang arah. Mau turun malu, ga turun laper yang cuma diganjal air mineral botol gede. Cuma foto gerbangnya aja udah langsung terasa melow sakit. Iya, iseng banget cari penyakit rasa. Jadinya ya rasain aja sendiri.


Lanjut gasss ke selatan Pandeglang. Melanjutkan penasaran pada sebuah pantai: Binuangeun. Set rute dan liat estimasi waktu tempuh. Optimis tercapai karna liat jalannya yang relatif sepi. Ternyata menemukan sesuatu, pembangunan jalur tol baru dari Serang sebelah timur dari titik Cikande melalui Rangkasbitung dan berakhir di Panimbang yang ada dekat Taman Nasional Ujung Kulon dan Carita.

Jika nantinya dalam 2 tahun mendatang tol udah jadi, maka lebih cepat waktu tempuh menuju 3 tujuan wisata: Ujung kulon, Carita dan Binuangeun. Tol ini juga bisa jadi akselerator Rangkasbitung menuju lebih rame lagi.

trase Tol Serang - Panimbang

Selama perjalanan menuju Binuangeun, terlintas gimana kenangan lalu bersama mantan yang bisa mengalahkan sakit akibat kebodohan jaman dulu. Gass konstan lari di 70 kpj, beberapa titik masih dilakukan pengecoran jalan dan perbaikan. Sempat detour karena adanya jembatan yang putus. Jembatannya ya, bukan hubungan kelean.

Menjelang masuk jalan lintas selatan, ada kuterkezut. Di pedalaman Pandeglang selatan, wilayah yang rasanya masih cukup sejuk, tanah yang sangat subur, kok KENAPA ADA PERKEBUNAN SAWIT, YA TUHAANNN???? Seharusnya biarin aja perkebunan teh. Perubahan fungsi lahan macam gini juga terjadi di daerah Cikidang. Daerah yang tadinya sejuk, dengan kebun teh dan karet dan kayu sengon berubah jadi perkebunan sawit. SAWIT!!!

Baeklah, lanjut jalan terus. Kemudian masuklah ke jalan lintas selatan. Jalannya lebar dan mulussss. Sempet coba adu lari dengan mobil lain hingga bisa menyentuh angka 100kpj. Sampai akhirnya ketemu spot jalan masuk ke pantai yang dicari-cari. Pantai Binuangeun. Yang kemudian kesal milih jalan itu buat masuk.

Kok kesal? Iya, karena ternyata pasirnya terlalu halus. Yang bahkan saat nyeker aja langsung ambles sampai mata kaki. Apalagi beban mobil 1,5 ton. Akhirnya harus gali2 dan pasang papan layaknya event rally di gurun. Capek? Bangeet. Udah gitu laper. Klop deh, hahaha.



Pada akhirnya mobil bisa keluar dan parkir deket jalan daripada harus gali2 lagi karna nekat lewatin pasir. Akhirnya terbayar. Pantainya bagus pake banget. Masih sepi dan bersih. Pantainya sih. Sementara dari jalan menuju pantainya malah banyak sampah2 plastik bertebaran.

 
 


sangat disayangkan, sampah plastiknya bertebaran

Pantai Binuangeun, pantai sepanjang sekira 3 km dengan pasir warna krem yang landai, ombak laut mild dan hembusan angin. Lalu kemudian baru nyari makan. Pindah spot dekat pelabuhan nelayan yang cukup banyak warung.
Yep, warung. Sayangnya nggak ada yg jual kelapa muda. Padahal tepi pantai dan sekitar warung banyak pohon kelapa. Akhirnya pesan bakso ikan. Failed. Awal mula petaka. Udah tau laper tapi malah pesen makanan dengan citarasa micin luar biasa. Maka mulai bergetarlah badan karna kombo masuk angin dan makanan citarasa micin.

di warung tongkrongan dekat parkiran perahu nelayan

Solusi sementara, melipir swalayan cari susu dan roti. Mendingan.

Berhubung udah mulai gelap, melipir lagi cari masjid. Dan ternyata mampir di masjid Cikeusik dekat rumah dia yang tak pernah jelas menyatakan perasaannya. Ngehek.

Selepas maghrib, gass poll menuju Serang biar sampe rumah ga kemaleman. Jalan yang dulu berantakan, sekarang berganti dengan beton dan beberapa diantaranya sudah beton berlapis aspal. Cukup bagus. Jelang masuk kota Serang uber2an sama mobil lain yang ngekor selap-selip dikemacetan.

Masuk tol dari Serang Barat langsung cuss ke arah Jakarta. Laper mulai ga bisa ditolerir, maka melipirlah cari rest area terdekat, RA Km 68 Serang-Jakarta. Pesan makanan dan ternyata busuk. Warung kedua dari kanan di deretan warung yang menghadap barat. Parkiran sisi barat dekat dengan pintu masuk. Pesan pecel ayam dengan nasi dan minum teh tawar. Ayam gorengnya angetan, digoreng ulang, nasi keras khas pinggiran lampan/rice cooker. Lalu bagaimana dengan minumnya? Sumpah busuk banget, tak berbau mencurigakan tapi sungguh, rasanya busuk seperti bau comberan hingga mau muntah. Kapok. Nggak lagi pesen, eh, nggak lagi masuk rest area itu lagi. Dan fatalnya, makanan itu pula yang bikin gw tepar setelahnya. Karna setelah selesai makan, nggak lama badan gemeter sepanjang jalan pulang sampe rumah.

Bed rest total.

Thursday, June 27, 2019

Combo HCS WI


27-06-19

Hallo pembaca, kali ini catatan tentang kombinasi modding. Modding bertahap yang sudah dilakukan sebelumnya dikombinasikan dan diatur ulang sebisa mungkin tanpa mengubah secara ektrem setingan standar. Sebelumnya sudah dibuat catatan mengenai Air Vortex DIY, maka kali ini akan mengupas pemasangan throttle body spacer dengan tambahan “sprayer” yang berasal dari tabung air dan bbm.

Oke, mari kita ulas. Bahan-bahannya antara lain:
  • Air vortex. Detail pembuatan bisa dilihat pada tulisan ini.
  • TBS (Throttle body spacer). Tbs dibuat di bengkel bubut dengan bahan besi 20mm dengan lingkar saluran udara utama 50mm dan saluran udara untuk “sprayer” 5mm disesuaikan dengan besaran pipa. Idealnya bahan tbs harus yang ringan supaya tidak menambah beban tabung vakum injektor, tapi sementara ini yang mudah didapat ya pelat besi.
  • Pipa tembaga. Beli di toko sparepart ac. Ada 2 ukuran yang dipakai; 10mm dan 5mm. Untuk saluran luar, digunakan yang ukuran 10mm panjang 1 meter dan untuk pipa sprayer digunakan ukuran 5mm panjang 10cm.
  • Automatic valve switch. Pakai punya Great Corolla, berfungsi sebagai stop valve dan pengatur besaran udara yang masuk.
  • Tabung penampung. Saya menggunakan 3 tabung kombinasi yang berisi air dan bbm. Khusus bbm menggunakan tabung aluminum dilapis peredam panas. Tabung aluminum beli di toko parfum ukuran 1 liter. (Update 080719) Pastikan bahan tabung penampung mampu menaham udara vakum. Bisa dari bahan plastik atau bahkan metal, tapi lebih baik dari bahan yang konstruksinya mampu menahan udara vakum. Ini karena saya menggunakan reservoir radiator copotan yang saya pikir tahan tekanan tetapi pada akhirnya kempot ga kuat terhadap tekanan vakum.
  • Selang vakum(id 3mm & id 1.5mm) panjang menyesuaikan.
  • Sambungan T dari bahan kuningan, bahan ini bisa didapat di toko sparepart kompor gas.
  • Selang rem belakang Vixion, sealant, ring dan klem kecil.

Pertama tentu bongkar filter udara sampai ke trotel body. Lalu copot semua baut dan gantikan dengan baut model yang sama dengan ukuran lebih panjang. Karena standarnya ukuran panjang 5cm maka gantikan dengan tambahan 2cm atau 2.5cm. Kalo kepanjangan tinggal tambahi ring.

setelah selesai dibongkar

Kemudian copot juga vakum yang ada di ujung saluran injektor. Lalu balik posisinya 180° dari sebelumnya. Sambungkan kembali dengan menggunakan selang rem belakang Vixion. Posisi dan sudut sesuaikan, dan gunakan baut topi 12” dan ring lebar untuk menutup celah. Pastikan nggak bocor, sebab bisa berakibat fatal jika sampai terjadi kebocoran bbm. Ini karena posisi vakum tepat diatas manifold intake dan knalpot. Jika terjadi kebocoran kemungkinan terburuk bisa terjadi kebakaran pada kendaraan. Sesuaikan juga pipa balik agar tidak bersentuhan dengan vakum ketika terjadi getaran saat mesin hidup.


Air vortex masukkan ke dalam spacer lalu buat lubang sejajar di samping spacer tembuskan vortex. Ukuran diameter lubang samping tbs 5mm untuk masuknya pipa sprayer yang dibengkokkan. Pipa pada bagian dalam di bor dengan ukuran 1mm. Jika ada ukuran lebih kecil lagi maka itu lebih baik. Gunakan sealant untuk menutup celah, mencegah kebocoran udara agar rpm saat iddle nggak ngaco.




Untuk menyambungkan antara pipa 5mm dan 10mm digunakan selang vakum. Bentuk pipa 10mm sesuai dengan jalur pipa ac yang besar. Usahakan jalur sejauh mungkin dari sumber panas. Mungkin timbul pertanyaan kenapa menggunakan pipa tembaga, bukan sekalian selang vakum aja? Asumsi saya untuk mendapatkan induksi dingin dari pipa ac sehingga udara yang akan masuk ke mesin ikut turun suhunya. Dengan demikian efek cold air intake juga didapat. Jangan lupa, tiap2 sambungan selang yang rawan lepas kencangkan dengan klem.


Setelah air vortex terpasang rapi, tinggal kemudian memasang dan mengembalikan tb kembali dan tbs. Bisa disimak pada foto.



Untuk tabung penampung, saya meletakkannya diatas ban kanan. Dan untuk valve switch, pengaktifannya menggunakan relay. Untuk keamanan agar arus kosong saat mati, maka arus trigger diambil dari kontak. Jadi saat kontak off, valve tidak akan hidup. Setelan valve akan aktif pada bukaan gas sekitar 20° sehingga uap bensin dan udara bisa masuk ke mesin. Saat bukaan gas dibawah itu tidak akan aktif.

Hasil tes stasioner sementara selama 5 menit tidak ada perubahan rpm, masih sama seperti sebelum pasang. Berdasarkan video, tidak ada perubahan mixture bbm. Ketika dicium tidak sesak khas gas CO, dan gas buang tidak pedih di mata.



Nah, jika ada pertanyaan silakan tuliskan di kolom komentar dibawah. Semoga bermanfaat. 

Friday, November 9, 2018

Sein Error dan Solusinya

Yang namanya mobil tua, mesti ada aja trobel ya kan? Hehehe....

Nah, ini kejadian pas lagi di jalan dan ketika harus belok wajibnya kan ngasih sein dulu. Pas berangkat sih ga ada masalah apa-apa, tapi tiba-tiba aja sein lampu yang pada saat berangkat baik-baik aja jadi berubah hazard, nyala keempatnya. Macam video dibawah ini.


Musababnya sih nebak-nebak dari modul alarm yang error, nyoba urut kabel eh malah speaker alarmnya jadi mute. Ketemu sekring putus, lalu diganti lah dengan yang baru. Lalu lampu hazard terjadi.

Nanya di forum maupun WAG ga nemu jawabannya, browsing juga cuma dapet 3 kemungkinan penyebab error. Pertama lampu putus (bukan, karna nyala semua), kedua, flasher (bukan, karna lampu masih berkedip), ketiga, lampu karena frekuensi kedipan ga normal (bukan juga, karna kedipan normal dan lampu nyala semua). Maka akhirnya keliling.

Bengkel pertama, vonis pada flasher. Ga bisa eksekusi karena ga punya stok flasher yang sama.

Bengkel kedua, coba urut lampu, semua lampu dicoba, not solved. Coba bongkar tuas switch di setir, not solved juga. Mekaniknya nyerah.

Bengkel ketiga. Coba urut kabel lagi, vonis pada tombol hazard. Ga bisa eksekusi lagi karena ga punya part-nya. Dirujuk ke bengkel lain yang mekaniknya lebih jago. Berhubung udah sore, jadi besokannya aja.


Bengkel keempat. Dicek mekanik, semua vonis dari 3 bengkel ditolak semua. Dia bilang, masalah ada pada sambungan kabel alarm yang ke lampu sein.
 


 

Modul alarmnya bikin ngaco. Solusinya ya dicopot. (sayangnya ga bisa difoto, modul alarmnya nyempil banget)

 

 

 

 

Usul ke mekaniknya untuk lampu indikator alarm on pake sein led yang ga kepake tapi udah installed di lampu. Akhirnya bisa deh.


Alhamdulillah.

Monday, November 5, 2018

ELEGI

Aku ingin mengingatmu lagi. Karena di saat itu aku mendapatkan yang terbaik dari diriku. Walau kau tak di sampingku.

Aku bisa menggantimu dengan yang lain, tapi itu takkan sama dengan dirimu.

Kau pernah berkata tentang kehilangan, "berdirilah lagi bila kau jatuh, lalu lanjutkan. Dengan begitu kau akan tahu bagaimana menghadapinya lagi nanti."

Wednesday, July 18, 2018

Mengatasi lampu HID projector redup

Kebetulan terjadi sekaligus pada saat sorot lampu redup. Setelah dilihat ternyata bohlam HID redup. Jadilah beli bohlam baru merek Yeaky yang harganya lumayan nguras kantong. Tapi setelah diganti pun performa hanya naik 1,5x dari sebelum ganti. Sehingga membuat penasaran, apa yang menyebabkan performa lampu projector yang seharusnya terang benderang tapi ternyata kalah terang dengan lampu motor yang kiproknya bermasalah. Akhirnya diputuskan untuk operasi rumah lampu.

foto awal nggak ada, tapi kurang dari kayak gini lah kondisi awal ketika liat dari luar pas malam hari.

bohlam yang dibeli

Langkah pertama, copot rumah lampu dari body mobil. Kemudian kupas sealant yang ada di pinggir mika lampu. Kemudian, berhubung hairdryer di rumah hilang, sebagai pengganti pemanas untuk membuka mika lampu digunakan air panas. Air panas???? Iya, air panas. Jadi, air panas bisa sebagai pengganti heatgun atau hairdryer untuk membuka mika lampu. Air panas juga bisa dipakai untuk "pijat/urut" bumper yang penyok. Tidak berlaku jika sobek. Menggunakan air memang beresiko basah, tapi ya berhubung kepepet ga ada heatgun ato hairdryer jadinya ya pakai air panas.



 

 
Setelah mika dan rumah lampu bercerai, berikutnya adalah mencopot projector. Awalnya mengalami kesulitan karena seret. Cukup semprot WD40 dan beres, seretnya hilang membuka jadi lebih mudah. Lalu setelah itu projector dipreteli. Apa yang terlihat ternyata benar, performa lampu kenapa jauh menurun: mangkok projector bruntusan parah.

setelah dipreteli. ini cuma sebelah doang, sebelahnya lebih parah.

Berhubung low budget, jadi opsi beli projie baru ga masuk. Brosing2 ketemu beberapa solusi untuk mengatasi mangkok projie yang permukaannya bruntusan:


1. Krom ulang. Menjadi ga masuk akal karena ternyata untuk krom ulang, bengkel krom yang disambangi ogah melakukan. Hal ini karena bahan dasar mangkok projie yang dari bahan aluminium atau babet. Jika bahan berupa aluminium alloy bisa jadi pertimbangan bengkel krom. Baca2 lagi ternyata proses krom dari bahan babet lebih sulit daripada besi atau plastik. Jika dipaksakan bahan babet dikrom maka harus mengalami 4x proses (pembersihan, pelapisan dasar tembaga, krom, finishing) selain proses pengerjaan lama dan harganya pun ga murah per buahnya. Bahan paling mudah untuk dikrom adalah besi, kemudian plastik. Bahan paling eksotis dan paling bagus adalah stainless. Bahan besi bisa mempunyai hasil seperti stainless jika pakai proses hardkrom.

2. Semprot cat krom. Ada 2 pilihan, spray paint real chrome dan spray paint like chrome. Brosing2 lagi, dan harga cat krom beneran ternyata fantastis. Sekali lagi coret dari daftar. Maka jatuh pada pilihan spray paint like chrome, cat semprot mirip krom. Ke ACEhardware cari cat semprot dengan hasil yang lumayan dilihat dari tutupnya. Pilihan jatuh pada Dupont Dupli-color Automotive Chrome. Setelah lihat dari yutup cat London RJ dan merek lain (lupa) hasilnya burek dan hasil paling bagus cat yg ada dipasaran ya Dupont. Pilihan cat semprot juga karena dari 2 sumber bacaan orang ngoprek reflektor menyarankan pakai cat semprot karena tukang reparasi lampu juga pake cat semprot krom. Pada saat tes semprot pada pantat panci, ternyata nggak seperti yang dibayangkan. Hasilnya ternyata silver! Ketika ditutup dengan clear coat Propan Zebra kemudian dipanaskan hasilnya cemerlang. Tapi bertolak belakang ketika tidak dipanaskan, ampas, clear coat-nya crack ketika kering bahkan ketika dilapis 3x. Hasil lebih bagus ditunjukkan oleh Samurai Clear C1, tanpa dipanaskan hasilnya bright, dan ketika dipanaskan hasilnya wetlook. Tetapi berhubung hasilnya tidak mendekati krom, hanya silver bright, jadi ga bisa disemprotkan ke mangkok projie. Maka pilihan jatuh pada....

3. Aluminium chrome tape. Yang ternyata menjadi pilihan paling murah dari semua dan cukup memuaskan. 1 rol ditebus seharga 38ribu rupiah, ambil produk yang paling tipis dan paling cling. Walaupun ada bad side nya, harus telaten memotong/gunting dan ga boleh ada gelembung. Nempelnya harus hati2 karena jika terjadi gelembung maka ga beda dengan bruntusan. Terbukti ketika diuji-cobakan pada pantat panci dan dipanaskan. Gelembung yang terperangkap menyebabkan bruntusan. Setelah ditempelkan pada bagian dalam mangkok projie yang prosesnya melelahkan maka tampak hasilnya cukup memuaskan. Ketika diaplikasikan pada reflektor asli, hampir nggak ada bedanya dengan krom aslinya, sekitar 90%. Perbedaannya terlihat ketika diamati pada pantulan garis, krom asli akan memperlihatkan garis tegas, almu tape tidak, garis terlihat cuma agak buram.

Aluminium tape

Setelah semua proses pembersihan mangkok, lampu angel eyes dan lensa maka masuk pada proses perakitan ulang. Sebelum dirakit ulang maka bagian2 lain dibersihkan, dipoles dan dilapis clear coat. Pada bagian mika, maksudnya untuk menghilangkan retak rambut, tapi ternyata memberikan hasil diluar dugaan. Pada tes cat permukaan mika, menggunakan Propan Zebra hasil sangat buruk, ampas. 4 lapis aplikasi pecah pada tiap lapisannya. Sehingga mika lampu nggak tembus pandang, buram. Hasil ini memaksa saya harus mengamplas ulang guna menghilangkan lapisan semprot Zebra. Hasil berbeda ditunjukkan oleh Samurai Clear C1, hasilnya tembus pandang dan retak rambut sangat jauh berkurang. Untuk lebih memberikan hasil yang lebih baik, mika dipoles menggunakan Autosol, aplikasi beberapa kali hingga dapat hasil yang diinginkan.


sebelum dipoles

Setelah semua selesai re-assembly maka hasilnya cukup mengagetkan. Hasil sorotan lampu lebih terang 3x dari sebelumnya.

Hasil yang didapat cukup memuaskan

Mungkin muncul pertanyaan, kenapa tes semprot dilakukan di pantat panci? Jawabannya adalah, selain tes semprot untuk melihat hasil/warna, juga sekaligus simulasi panas. Mangkok projie pasti akan panas ketika bohlam menyala. Maka perlu diketahui bagaimana kondisi dari material yang dipakai untuk rekondisi mangkok projie.

DC:
1. Propan Zebra clear coat (25)
2. Dupont Dupli-color (125)
3. Autosol (25)
4. Aluminum Chrome tape (38)
5. Sealant kaca(16)
6. amplas 800 (8)
7. amplas 1500 (8)

Bahan lain yang ga masuk DC adalah bahan sisaan yg ada di gudang.

Friday, December 8, 2017

Percobaan menambahkan Minyak Goreng pada mesin 4langkah

Percobaan ini diinspirasi secara tidak sengaja ketika membaca sebuah blog yang membahas ide nyeleneh mengenai penambahan aditif oli berupa minyak goreng yang dicampurkan langsung ke dalam mesin.

Dalam blog tersebut dijelaskan kekuatan dan kelemahan dari penambahan aditif tersebut. Juga untuk mendukung ide tersebut, dikutip pula beberapa rujukan ilmiah hasil penelitian, testimoni dari pemakai mulai dari sekedar penambahan hingga sepenuhnya menggunakan minyak goreng sebagai pelumas mesin.

Penulis blog tersebut akhirnya menambahkan minyak goreng pada kendaraannya berupa sepeda motor baik yang matic ataupun yang menggunakan kopling basah. Sebelum melakukan percobaan yang serupa, gw melakukan beberapa telusuran mengenai penggunaan minyak nabati dalam hal ini minyak sawit. Hal ini karena dalam hasil telusuran didapati beberapa jenis minyak nabati selain minyak sawit diantaranya minyak kelapa, minyak castor dan juga adanya keraguan untuk melakukan percobaan.

Setelah beberapa bacaan, gw memutuskan untuk menggunakan minyak sawit yang telah diproses dan mudah didapatkan. Keputusan didasarkan pada beberapa kondisi diantaranya;
- Minyak sawit lebih murah dan mudah didapatkan dibandingkan dengan minyak kelapa.
- Minyak sawit tidak mudah beku pada suhu dibawah 20'c. Tidak seperti minyak kelapa yang akan mulai membeku pada suhu tersebut.
- Minyak sawit menurut gw lebih lama teroksidasi daripada minyak kelapa walaupun untuk kekuatan pembentukan film dan film strength lebih baik terhadap gesekan. Hal ini didasarkan pada pengamatan langsung pada minyak yang dalam kondisi terbuka dalam suhu ruangan (dapur). Minyak kelapa lebih cepat berjamur dibandingkan dengan minyak sawit.

Dari sumber-sumber bacaan juga disebutkan penggunaan minyak sawit yang bervariasi jumlahnya mulai dari 2, 5, 10 hingga 50 persen. Tetapi didapatkan simpulan sementara gw dari beberapa sumber bacaan yang menandakan jumlah ideal penambahan minyak sawit berada pada kisaran 5-10 persen dari jumlah oli yang digunakan. Dari referensi juga ditunjukkan adanya tanda terbentuknya sludge/endapan tergantung pada jumlah persentase minyak yang digunakan. Diingatkan juga bahwa penggunaan minyak nabati tidak cocok untuk pengguna bertipe longdrain karena sifat minyak nabati yang mudah teroksidasi. Hal ini diperkuat oleh testimoni teman yang bertipe longdrain yang menggunakan ide yang sama pada mesin Yamaha Scorpio yang menghasilkan sludge dalam blok mesin.

Data spesifikasi percobaan menggunakan mesin kendaraan 7KE dengan modifikasi sederhana pada kabel pengapian dan penambahan water injection, cold air intake dan hydrogen crack system tanpa ada modifikasi lainnya pada jeroan mesin. ECU di-reset. Pelumas menggunakan oli dengan kekentalan SAE 15W-40 yang telah digunakan sejauh 3770 km dengan periode penggantian setiap 5000 km. Ini berarti tersisa 1230 km sampai dengan masa penggantian oli berikutnya.

Untuk mencoba mendapatkan hasil positif tetapi dengan resiko terkecil maka dipilih sejumlah 150ml yaitu kurang lebih 4% dari jumlah oli terpakai sebanyak 3,5ltr. Dari pertimbangan-pertimbangan tersebut, maka dimulailah percobaannya.

Sumber bacaan:
- Implementasi dan dasar teori trik sesat minyak goreng sebagai aditif
- Tribology
- Pengaruh penambahan persentasi minyak kopra, kopra komersil dan minyak sawit terhadap sifat tribologi pada oli SAE 40
- PALM OIL AND MINERAL OIL BASED LUBRICANTS - Their tribological and emission performance. 
- Experimental investigation on usage of palm oil as lubricant to subtitute mineral oil in CI engines
- Experimental investigation of coconut and palm oils as lubricants in four-stroke engine
- The oxidation effect on palm oil based lubricant using four - ball tribotester
- Pam oil methyl esters as lubricant additive in a small diesel engine

Catatan percobaan
24 November.
Mulai dimasukkan minyak goreng yang tersedia, yakni merk Tropical. Sebelum dimasukkan, mesin dinyalakan selama kurang lebih 3 menit lalu dimatikan. Kemudian setelah dimasukkan, mesin dinyalakan kembali dalam kondisi stasioner selama kurang lebih 20 menit. Secara perlahan suara mesin menjadi semakin halus. Lalu kendaraan dikendarai sejauh 3 km lalu kembali ke rumah.

25 November.
Update:
- Suara masih halus
- RPM gain menjadi lebih mudah dari sebelumnya
- Vibrasi mesin masih belum ada perubahan
- Tenaga pada rentang rpm 1000-2500 terasa lebih padat dari sebelumnya
- Gejala valve ticking yang biasa terjadi ketika morning start berkurang

26 November.
Testimoni dari Emak sebagai penumpang: "Kok tumben kabinnya lebih senyap? Ini beneran cuma ditambah minyak goreng?"

28 November.
Update:
- Vibrasi terasa berkurang
- Semakin terdengar deru kipas visco dibanding sebelumnya
- FC sepertinya lebih efisien. Dari biasanya 15,2ltr menempuh rata2 120km menjadi rata2 140km
- Restore CAI & WI aktif di rpm 2000 sepertinya malah menahan tenaga. Malah keluar ketika di rpm 3000+

08 Desember.
Update:
Kondisi as klep masih sama dengan sebelum ditambah minyak goreng. Tidak terlihat indikasi terbentuknya sludge. Warna oli sedikit lebih terang dari sebelum ditambah minyak goreng.

20 Januari
Update:
Pada 4 Januari sebenarnya sudah dilakukan pergantian oli. Dengan kelebihan kilometer pada jumlah 233 kilometer dari seharusnya. Maaf, kelupaan difoto lagi. Tapi pada saat sebelum ganti oli, tutup head dibuka dan diperiksa kepala klep dan asnya. Residu oli menandakan adanya pengentalan, tidak seperti kondisi biasanya pada saat masa penggantian oli dimana kondisinya encer.  Pada saat oli dikeluarkan, pada bak penampung oli tampak berbuih/busa. Keterangan mekanik bengkel, kondisi demikian menandakan oli telah kedaluarsa atau kelebihan masa/jarak pakai dimana seharusnya tidak timbul busa/buih. Sebenarnya keterangan ini kontradiksi dengan pengetahuan saya, sebab pada saat oli kedaluarsa kondisinya sangat encer, kasar karena banyak gram (pengecekan dengan jari) dan tidak berbusa. Berbanding terbalik dengan kondisi di bak penampungan, oli lebih kental, gram relatif lebih sedikit dan berbusa. Hal ini menimbulkan kekhawatiran sehingga percobaan dihentikan sementara mengingat rentang pergantian oli setelah melihat riwayat termasuk pada kategori long drain. Dan kategori long drain kurang cocok untuk percobaan ini dan telah dinyatakan dalam penelitian dan pelaku percobaan sebelumnya. Kemungkinan penggunaan minyak goreng sebagai aditif akan kembali digunakan ketika masa pakai oli sudah mencapai 4000km atau mencapai 80% dari masa pergantian oli reguler.

Saturday, September 24, 2016

#PeduliGarut

Terkait dengan musibah di Garut, dari TKKC sempat mengumpulkan sumbangan dan berhasil terkumpul berupa pakaian layak pakai. Sumbangan akan disalurkan dengan bantuan dari TSC langsung ke posko pusat di Garut. Berikut foto2nya:

Sumbangan terkumpul
 

Disatukan dengan sumbangan yang lainnya


Mulai diangkut


 
 


Briefing singkat


Memindahkan ke mobil yang akan berangkat ke Garut










Serah terima dengan posko pusat di Garut