Dengarlah,
Mungkin tingkahku ini kamu anggap gila
Namun perlu kamu tahu
Inilah wujud cintaku pada Mereka melalui dirimu
Dengarlah,
Mungkin perlakuanku padamu terlihat tak serius
Namun itu karena aku ingin menjaga rasamu dan rasaku
Karena aku sayang padamu dan tak ingin kamu sakit lagi
Terutama bila sakit itu karenaku
Masih terngiang di kepalaku katamu
Bahwa kamu tak mau sakit lagi
Dengarlah,
Mungkin bagi dirimu ini terasa aneh
Namun percayalah
Inilah yang dibolehkan dalam apa yang kita percayai
Ia menjaga rasa kita dari apa yang tidak dibolehkan
Agar kamu, aku, tak perlu sakit berkepanjangan
Dengarlah,
Wahai engkau yang kusayangi
Inilah caraku menunjukkan cintaku pada Mereka
Dan menyimpan cintaku untukmu sebelum ijab
Agar terjaga dari apa yang tidak disuka
Dengarlah,
Maafkan aku bila ini tak tersampaikan padamu
Mungkin, karena aku terlalu sayang padamu
Maka inilah doaku
Semoga keikhlasan meliputi hati dan tindakan kita atas apa yang Dia katakan
Thursday, September 23, 2010
Tinggal Bayang
Gerimis belum hendak berhenti
Udara dingin menyelimuti
Luka teriris didalam hati
Masih saja tak jua pergi
Wahai puan dimana engkau
Mohon jangan buat diriku sakaw
Bila janji tak dapat diucap
Maka jangan rasa itu kau tancap
Kini tak lagi harap dan cemas
Hanya ingin berhenti dari terombang-ambing rasa
Karna, maju hanya ke depan bukan ke belakang
Udara dingin menyelimuti
Luka teriris didalam hati
Masih saja tak jua pergi
Wahai puan dimana engkau
Mohon jangan buat diriku sakaw
Bila janji tak dapat diucap
Maka jangan rasa itu kau tancap
Kini tak lagi harap dan cemas
Hanya ingin berhenti dari terombang-ambing rasa
Karna, maju hanya ke depan bukan ke belakang
Untuk dia di sana
Akankah ia mengatakan ya
Pabila kuminta ia
'Tuk menjadi temanku selamanya
Berjalan bersama dalam kehidupan
Mengarungi suka bersama
Menjalani duka bersama
Menjadi pendorong dikala mendaki
Menjadi selimut dikala dingin
Menjadi teman dikala sepi
Akankah ia mengatakan ya
Pabila kuminta ia
'Tuk menjadi pengisi dalam hatiku
Menjadi pengingat dikala lalai
Dan sesekali
Menjadi curahan hati yang terkasih
Akankah ia mengatakan ya
Menjadi kekasihku disini dan 'disana'
(Depok, 2003)
Pabila kuminta ia
'Tuk menjadi temanku selamanya
Berjalan bersama dalam kehidupan
Mengarungi suka bersama
Menjalani duka bersama
Menjadi pendorong dikala mendaki
Menjadi selimut dikala dingin
Menjadi teman dikala sepi
Akankah ia mengatakan ya
Pabila kuminta ia
'Tuk menjadi pengisi dalam hatiku
Menjadi pengingat dikala lalai
Dan sesekali
Menjadi curahan hati yang terkasih
Akankah ia mengatakan ya
Menjadi kekasihku disini dan 'disana'
(Depok, 2003)
Wednesday, September 22, 2010
cinta pada bayangan
Katakan padaku, cinta kepada siapakah yang tertinggi? Cinta kepada siapakah yang paling utama? Bisakah kita mencintai seseorang demi cinta lain yang lebih tinggi dan mulia?
Tuhan, leraikanlah dunia
Yang mendiam di dalam hatiku
Karena disitu tidak kumampu
Menghimpun dua cinta
Ataukah ini lebih merupakan pertanyaan tak terucapkan atas cinta pada diri sendiri yang begitu dalam?
Apakah kegagalan hubungan dengan orang lain karena tak bisa mencintai? Ataukah karena ketidakmampuan membina hubungan lebih jauh? Atau karena ketakutan yang tak terjelaskan? Padahal telah yakin tertambat cintanya.
Aku ingin menjadi mimpi indah dalam tidurmu
Aku ingin menjadi sesuatu yang mungkin bisa kau rindu
Karena langkah merapuh tanpa dirimu
Karena hati ‘tlah letih
Tanpa dirimu aku merasa hilang dan sepi
Kemana aku berjalan? Akankah seperti awan yang terbang kemana angin bertiup? Atau seperti air yang pasti mengalir dari hulu ke hilir? Atau akankah seperti batu yang tak bergerak kemanapun?
Manusia tak sendiri. Dan ia tak mampu sendirian
Peganglah tanganku dan berjalanlah di sisiku
Kepadamu aku ‘kan seperti batu
KepadaNya aku ‘kan seperti gunung
Dan membuat diriku
Tenggelamkan aku dalam malam
Tangiskan aku dalam tingkah
Tuhan, leraikanlah dunia
Yang mendiam di dalam hatiku
Karena disitu tidak kumampu
Menghimpun dua cinta
Ataukah ini lebih merupakan pertanyaan tak terucapkan atas cinta pada diri sendiri yang begitu dalam?
Apakah kegagalan hubungan dengan orang lain karena tak bisa mencintai? Ataukah karena ketidakmampuan membina hubungan lebih jauh? Atau karena ketakutan yang tak terjelaskan? Padahal telah yakin tertambat cintanya.
Aku ingin menjadi mimpi indah dalam tidurmu
Aku ingin menjadi sesuatu yang mungkin bisa kau rindu
Karena langkah merapuh tanpa dirimu
Karena hati ‘tlah letih
Tanpa dirimu aku merasa hilang dan sepi
Kemana aku berjalan? Akankah seperti awan yang terbang kemana angin bertiup? Atau seperti air yang pasti mengalir dari hulu ke hilir? Atau akankah seperti batu yang tak bergerak kemanapun?
Manusia tak sendiri. Dan ia tak mampu sendirian
Peganglah tanganku dan berjalanlah di sisiku
Kepadamu aku ‘kan seperti batu
KepadaNya aku ‘kan seperti gunung
Dan membuat diriku
Tenggelamkan aku dalam malam
Tangiskan aku dalam tingkah
Leave
Said that you would go
You're not
Said that you wouldn't come
You're back
Said that you would leave
You keep coming
Said that you stay put
You haunted me as you wish
Then how come I continue my life painless with you and pacing my line straight forward?
I want to make room the one you have left for others
Please,
For thee, thou, and me
You're not
Said that you wouldn't come
You're back
Said that you would leave
You keep coming
Said that you stay put
You haunted me as you wish
Then how come I continue my life painless with you and pacing my line straight forward?
I want to make room the one you have left for others
Please,
For thee, thou, and me
Sunday, September 19, 2010
Life puzzle
Usually people said: I don't know where to start the story. Then, just read it! If you don't understand, make your own premises. Hehe....
I'm actually looking for something that someone hold it. It's not the kind of last piece of a puzzle. No. Because she hold the puzzle it self. Or rather, she's the puzzle. I'm only the board where the puzzle placed.
The biggest problem is, how you can find the right puzzle fits the frame you had and the picture you want to make.
Sometimes you get the picture but doesn't fit the frame you had. Or, you get the puzzle done but not the picture you want.
Or even worse, you don't get both right. If you push, either you mess it up or you get messed.
So, how you get the picture done?
Do you ever heard: manual book?
Read the manual book so then you can get the picture done.
It works on your life too. Read the manual from The One who make you.
I guess, it is......
I'm actually looking for something that someone hold it. It's not the kind of last piece of a puzzle. No. Because she hold the puzzle it self. Or rather, she's the puzzle. I'm only the board where the puzzle placed.
The biggest problem is, how you can find the right puzzle fits the frame you had and the picture you want to make.
Sometimes you get the picture but doesn't fit the frame you had. Or, you get the puzzle done but not the picture you want.
Or even worse, you don't get both right. If you push, either you mess it up or you get messed.
So, how you get the picture done?
Do you ever heard: manual book?
Read the manual book so then you can get the picture done.
It works on your life too. Read the manual from The One who make you.
I guess, it is......
Patriarki
Ini yg terlihat:
dilayani, disediakan, didengarkan, dituruti. Seperti pepatah jawa: nerimo ing pandem.
Kemandirian dan kesadaran perempuan akan dirinya dianggap sebagai ancaman keberlangsungan yang justru memperlihatkan keegoisan laki2.
Sejatinya, patriarki adalah mendengarkan, melayani, memenuhi, melindungi, mensejahterakan. Dengan begitu maka layaklah laki2 disebut sebagai pemimpin. Karena pemimpin sebenarnya adalah pelayan.
dilayani, disediakan, didengarkan, dituruti. Seperti pepatah jawa: nerimo ing pandem.
Kemandirian dan kesadaran perempuan akan dirinya dianggap sebagai ancaman keberlangsungan yang justru memperlihatkan keegoisan laki2.
Sejatinya, patriarki adalah mendengarkan, melayani, memenuhi, melindungi, mensejahterakan. Dengan begitu maka layaklah laki2 disebut sebagai pemimpin. Karena pemimpin sebenarnya adalah pelayan.
Subscribe to:
Posts (Atom)