Friday, February 13, 2026

RESTOMOD Jalur Pipa Intake

         Posisi sebelum modifikasi

          Posisi/hasil setelah pemasangan. 


Karena pipa intake asli pecah, dan nyarinya lumayan, jadi nyoba modif sederhana aja. 
Bahan:
1. 1 pcs Pipa galvanis diameter 2.9" Tebal 1.2mm
2. 2 pcs Silicone reducer 2.5" -> 3"
3. 2 pcs clamp 3"
4. 1 pcs clamp 2.5"
5. 1 pcs Plat baru dudukan air filter box. 
6. 1 pcs baut 12mm 5cm
7. 2 pcs mur 12mm

Proses pembuatan:
1. Pipa dibentuk elbow 40° outer smooth bend, inner sharp bend. Untuk mendapatkan sudut 40° smooth bend, pipa dipotong berbentuk bulan sabit simetris dengan lebar penampang 2cm dibuat 4 segmen. Metode penyambungan dengan las, bukan mandrel/tekuk, ini agar bagian dalam pipa pada sisi outer bend dapat dibuat kasar pada setiap titik sambungan. Dengan tonjolan las paling tinggi 1.5mm posisi mengikuti garis potongan/sambungan pipa. 
2. Buat dudukan baru filter box udara. menggunakan plat minimal tebal 3mm. Posisi filter box diturunkan 4cm dari tinggi awal untuk mengatasi beda tinggi. Ini berarti tersisa 1cm sebagai ketinggian baru. Gunakan mur 12mm sebagai pengunci yg baru, dilas pada plat dudukan. 

Instalasi:
1. Pasangkan silicone reducer pada masing2 ujung pipa (throttle body, pipa intake dan outlet air filter box) sesuai ukurannya dan kunci dengan clamp. 
2. Sesuaikan posisi air filter box pada ketinggian baru dan pastikan aman serta minim getaran. 

ANALISIS PERBANDINGAN
Sistem Intake Pabrik vs Intake Modifikasi
Toyota Kijang KF83 – 7K-E

1️⃣ KONFIGURASI PABRIK
Spesifikasi utama:
Diameter pipa: 2.5” (6,35 cm)
Panjang centerline ±18 cm
Ada resonance chamber (tembolok) ±500 ml
Tekukan model wrinkle / tidak smooth
Desain fokus NVH & emisi
📐 Perhitungan Volume Pipa Pabrik
Radius = 3,175 cm
Luas penampang: A = πr²
A ≈ 3,14 × (3,175²)
A ≈ 31,67 cm²
Volume pipa utama: V = A × L
V ≈ 31,67 × 18
V ≈ 570 cc
Total sistem termasuk tembolok: 570 + 500 = ±1070 cc
📌 Karakter Sistem Pabrik
Volume total besar (buffer tekanan)
Velocity relatif tinggi karena diameter kecil
Ada damping pulsa intake
Turbulensi cukup besar di tikungan
Respon throttle sedikit tertahan
Fokus ke kehalusan & stabilitas, bukan respons

2️⃣ KONFIGURASI MODIFIKASI
Spesifikasi:
Diameter aktual 2.9” (7,366 cm)
Panjang total ±15,5 cm
Tanpa resonance chamber
Smooth bend
Permukaan lebih halus
📐 Perhitungan Volume Pipa Baru
Radius = 3,683 cm
Luas penampang: A ≈ 3,14 × (3,683²)
A ≈ 42,63 cm²
Volume: V ≈ 42,63 × 15,5
V ≈ 660 cc

3️⃣ PERBANDINGAN MATEMATIS
🔹 Luas Penampang
31,67 → 42,63 cm²
Naik ≈ 34%
🔹 Volume Pipa Utama
570 → 660 cc
Naik ≈ 15–16%
🔹 Volume Total Sistem
1070 cc (pabrik)
660 cc (modifikasi)
Turun sekitar 38%

4️⃣ ANALISIS DINAMIKA ALIRAN
Velocity
Karena area naik 34%, secara teori velocity turun ±26% jika airflow sama.
Namun:
Turbulensi berkurang
Pressure loss di tikungan menurun
Tidak ada damping chamber
Panjang lebih pendek
Sehingga velocity efektif justru lebih stabil dan responsif.

5️⃣ DAMPAK TERHADAP KARAKTER MESIN
Sistem Pabrik
✔ Halus
✔ Stabil
✔ Torsi konservatif
❌ Respon sedikit delay
❌ Turbulensi cukup tinggi
Sistem Modifikasi
✔ Respon throttle lebih cepat
✔ Delay gerung memendek
✔ Tarikan bawah lebih isi
✔ FC meningkat
✔ Noise lebih bersih



6️⃣ VALIDASI DATA KONSUMSI BBM
Sebelum mod: 7–9 km/l (fluktuatif)
Sesudah mod: 10,5 km/l 
Kenaikan ±15–25% dari titik terendah.
Secara efisiensi volumetrik dan pumping loss, ini konsisten dengan:
Turbulensi turun
Pressure drop turun
Throttle opening lebih kecil untuk beban sama
ECU adaptasi AFR lebih stabil

7️⃣ KESIMPULAN TEKNIS
Modifikasi tidak sekadar memperbesar diameter.
Perubahan utama yang memberi efek:
Smooth bend → loss coefficient turun
Hilangnya wrinkle turbulence
Panjang lebih pendek → delay tekanan berkurang
Chamber dihilangkan → respons lebih direct
Secara matematis dan empiris:
✔ Sistem baru lebih efisien secara dinamis
✔ Tidak oversize untuk karakter 7K-E
✔ Masih menjaga torsi bawah
✔ Meningkatkan efisiensi bahan bakar

Note:
- Analisa dan perhitungan matematis fluida dilakukan oleh ChatGPT.